Minggu, 09 Desember 2018

Eceng Gondok, Sebuah Perspektif

Eceng gondok
Sumber : plantright.org
Kita semua pasti tahu apa itu eceng gondok. Terkenal sejak dulu, apalagi untuk masyarakat pedesaan yang dekat sekali dengan dunia pertanian. Tumbuhan ini mudah sekali dikenali karena bentuk batangnya yang unik dan sedikit menggelembung, itulah asal mengapa tumbuhan ini dinamakan eceng gondok.

Tumbuhan ini menjadi gulma di pertanian, karena populasinya yang padat pada irigasi dan dapat menghambat pengairan menuju sawah ataupun ladang para petani. Selain itu, kehadiran eceng gondok di perairan dapat mengganggu lewatnya cahaya matahari ke dalam air, sehingga kehidupan organisme air di bawah eceng gondok menjadi terhambat, bahkan menyebabkan tidak dapat hidupnya organisme bawah air jika eceng gondok memenuhi permukaan air.

Hingga saat ini mengendalikan eceng gondok masih menggunakan cara manual, yaitu mengambilnya dan mengeluarkannya dari air menggunakan tangan ataupun jaring. Mungkin hal tersebut efektif jika perairannya hanya skala kecil, tetapi bayangkan jika perairannya seluas Danau Toba, mungkin butuh bertahun tahun dengan tenaga kerja dan biaya yang sangat banyak untuk dapat mengendalikan eceng gondok tersebut.

Tetapi manusia tak habis akal, jika mengendalikan dengan cara manual membutuhkan tenaga dan biaya yang besar, bagaimana jika eceng gondok tersebut dimanfaatkan sebagai bahan jadi. Dewasa ini eceng gondok telah dimanfaatkan  menjadi beberapa bahan jadi seperti tas, sepatu, dan beberapa perabot rumah tangga.

Tas dari eceng gondok
Sumber : shopee.co.id


Barang-barang tersebut dibuat menggunakan serat eceng gondok dengan cara mengeringkan eceng gondok, kemudian dibentuk dan diatur hingga menjadi barang yang diinginkan. Dengan cara seperti ini, besar kemungkinan eceng gondok akan terkendali dengan meningkatnya permintaan souvenir berbahan dasar eceng gondok.

Namun kekurangannya adalah, sedikit sekali masyarakat yang paham dan terampil untuk mengubah eceng gondok menjadi bahan jadi yang dapat dijual. Sehingga, eceng gondok tetap menjadi momok besar untuk perairan di seluruh Indonesia. Jika hal ini dapat diatasi, eceng gondok akan berubah statusnya dari gulma yang merugikan menjadi tumbuhan bermanfaat untuk membantu ekonomi masyarakat di sekitar perairan. Ada kemungkinan juga pada akhirnya eceng gondok akan dibudidayakan untuk memenuhi permintaan bahan yang sangat besar.


Wahyu Utomo